Rabu, 24 Desember 2008

Predestinasi, doktrin menakutkan?

by: Gerald Sereh


Banyak orang memiliki presaposisi, bahwa doktrin adalah penyebab utama terpecah-belahnya gereja sehingga tidak perlu diajarkan. Doktrin Predestinasi yang akan dibahas dalam paper saya ini, adalah doktrin yang dianggap pemecah-belah gereja. Siapapun yang mengatakan bahwa Doktrin-doktrin yang akan dibahas dalam paper ini, adalah doktin pemecah-belah, maka orang tersebut adalah orang yang kan memecah belah gereja lagi. Doktrin-doktrin ini sangat penting dalam kehidupan orang Kristen. Doktrin ini telah diafsirkan secara serampangan oleh Yakobus Armenius, Pelagius, bahkan pendeta-pendeta zaman sekarang, yang tidak belajar Teologi dengan sungguh-sungguh, dan yang tidak mau kembali kepada Firman Tuhan, sehingga mereka membawa penyesatan terhadap jemaat Tuhan.
Predestinasi dianggap sebagai doktrin yang sangat menakutkan, karena sebagian umat manusia dipilih oleh Allah Bapa untuk dinikahkan dengan Anak-Nya yang Tunggal dan yang tidak dipilih, dibinasakan (Dilemperkan ke Nereka). Doktrin ini, jika dipelajari dengan sebaik-baiknya maka doktrin ini mempunyai arti yang sangat mendalam dan sangat indah, karena dari doktrin ini berkaitan dengan ketidaklayakan manusia, sayangnya banyak pemimpin gerakan Kharismatik, dan orang Kristen yang Armenian menolak doktrin ini dan membuangnya kedalam tempat sampat, karena dianggap omong kosong dan Allah tidak adil.
Predestinasi berasal dari kata pre yang berarti sebelum dan destine yang berarti tetapkan, jadi predestine berarti yang telah ditetapkan sebelumnya. Predestinasi adalah istilah teologi yang berarti Allah menetapkan memilih sebagian orang berdosa untuk diselamatkan dan menetapkan menolak/membiarkan sebagian lagi untuk dibinasakan (Un, Atonius, 2008).
Edwin H. Palmer mengatakan predestinasi adalah bagian dari penetapan yang menunjuk kepada destini kekal manusia: sorga atau neraka. Predestinasi terdiri atas 2 bagian yaitu: Pemilihan dan Penolakan. Pemilihan berkaitan dengan mereka yang akan masuk sorga dan penolakan berkaitan dengan mereka yang masuk neraka (Palmer, Edwin. 2005. Hal.29).
Johanes Calvin di dalam institusionya mengatakan bahwa: Orang yang masih mau dipandang sebagai orang beragama, tidak berani menyangkal begitu saja Predestinasi yang dengannya Allah menerima sebagian orang hingga dapat mengharapkan kehidupan, dan menghukum orang lain untuk menjalankan kematian kekal. Tetapi orang mengitari ajaran itu dengan aneka macam kritik yang dicari-cari.. Hal ini terutama dilakukan oleh mereka yang menganggap bahwa inilah yang menjadi dasar Predestinasi: Allah tahu segala hal dari sebelumnya (Praescientia). Kami memang menempatkan kedua-duanya (predestinasi dan praescientia) di dalam Allah, tetapi kami berkata bahwa salah adanya bila yang satu dikatakan takluk kepada yang lain. Apabila Allah kita anggap mengetahui hal-hal sebelum waktunya, maka dengan demikian kita menyatakan bahwa segala sesuatu sudah selama-lamanya dan untuk selama-lamanya di depan mata-Nya, sehingga untuk pengetahuan-Nya tak ada yang akan datang atau yang sudah lampau, tetapi semua-Nya ada dalam kekinian. Dan ada dalam kekinian sedemikian rupa, hingga hal-hal itu tidak hanya dibayangkan-Nya (sebagaimana hal-hal yang tetap tersimpan dalam ingatan kita timbul dalam pikiran kita), melainkan benar-benar dilihat-Nya dan diamati-Nya seakan-akan ditempatkan di depan-Nya. Predestinasi kita namakan keputusan Allah yang kekal yang denganya Ia menetapkan untuk diri-Nya sendiri, apa yang menurut kehendak-Nya akan terjadi atas semua orang. Sebab tidak semua orang diciptakan dalam keadaan yang sama; tetapi untuk yang satu ditentukan kehidupan yang kekal, untuk yang lain hukuman yang abadi. Maka sebagaimana orang itu diciptakan untuk tujuan yang satu atau yang lain, ia kita katakan dipredestinasikan untuk kehidupannya atau untuk kematian. Dan Predestinasi ini tidak hanya telah dinyatakan Allah di dalam diri orang perorangan, tetapi diperlihatkan-Nya juga sebagai contoh dalam seluruh keturunan Abraham. Maka kami berkata seperti yang sudah jelas ditunjukkan dalam Alkitab, yaitu bahwa dengan putusan yang kekal dan tak berubah-ubah telah ditentukan oleh Allah orang-orang mana yang hendak diterima-Nya dalam keselamatan, dan mana sebaliknya yang hendak dibiarkan-Nya binasa. Kami menyatakan bahwa mengenai mereka yang menjadi pilihan-Nya, putusan itu berdasarkan rahmat-Nya yang cuma-cuma, dengan sama sekali tidak mengindahkan apakah manusia layak memperolehnya; dan bahwa bagi mereka yang diserahkan-Nya kepada kebinasaan, ditutup-Nya jalan masuk ke kehidupan oleh karena hukuman-Nya yang benar dan tanpa cela, tetapi yang tak dapat kita pahami. Selanjut-Nya kami me-Nyatakan bahwa pada orang-orang pilihan, panggilan itu adalah bukti tentang terpilih-Nya mereka. Bahwa selanjutnya pembenaran adalah tanda kedua yang menyatakannya, sampai tercapai kemuliaan yang merupakan penggenapan-Nya. Tetapi sebagaimana Tuhan menandai orang-orang pilihan-Nya dengan panggilan dan pembenaran, begitu juga bagi yang ditolak Ia menutup pengetahuan tentang nama-Nya atau pengudusan roh-Nya. Itulah yang menjadi tanda-tanda yang memberitahukan kepada mereka hukum apa yang menantikan mereka (Calvin, Yohanes. 2000. Hal.195-196).


DASAR ALKITAB TENTANG PREDESTINASI

1. Yohanes 6:37,39. Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang... Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Firman Tuhan ini menyatakan bahwa Predestinasi adalah Recana Kekal Allah dan tidak dapat digagalkan oleh siapapun, dan setiap orang yang percaya kepada Yesus Kristus memiliki pengharapan yang pasti, dan sekali selamat tetap selamat.

2. Yohanes 15:16. Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. Perhatikan firman Tuhan ini, bahwa kita dipilih oleh Yesus untuk menghasilkan buah yang tetap, bukan karena kita menghasilkan buah kemudian kita dipilih.

3. Kisah Para Rasul 13:48. Mendengar itu bergembiralah semua orang yang tidak mengenal Allah dan mereka memuliakan firman Tuhan; dan semua orang yang ditentukan Allah untuk hidup yang kekal, menjadi percaya. Alkitab menjelaskan bahwa orang yang telah dipilih suatu ketika akan menerima Yesus (pasti tergenapi), karena Roh Kudus bekerja di dalam setiap orang yang telah dipilih di dalam Kristus.

4. Efesus 1:4-5. Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya. Firman Tuhan ini menjelaskan bahwa Allah memilih manusia untuk hidup kudus dan tak bercacat bukan karena hidup kudus dan tidak bercacat lalu Tuhan memilih kita.
Masih banyak ayat Alkitab yang menyatakan tentang pemilihan Allah seperti: Roma 8:29-30; Roma 9:9-26; Kis 22:14; Ef 1:1; 1 Tes 5:9; 2 Tes 2: 12-13; Yak 2:5 dan lain--Nya.


PANDANGAN YANG SALAH TENTANG PREDESTINASI

Kita akan melihat kekacauan dalam pikiran manusia yang telah dirusak oleh filasafat dunia yang humanis, yang lebih menekankan pada kemanusiaan daripada kedaulatan Allah karena itu kita harus kembali pada konteks yang tepat. Konteks injil Yohanes 15 ini merupakan exclusive teaching of Christ sehingga ketika Tuhan berkata,”…Aku yang memilih kamu (I have predestine)” (ay.16) tidak disalah mengerti. Ironisnya, dunia mau mencoba mengerti tapi dengan filsafat dunia yang rusak sehingga menimbulkan kekacauan yang sering dituduhkan oleh manusia sekarang, yaitu :

1. Kalau Allah sudah menetapkan, Allah sudah memilih manusia yang akan diselamatkan maka kita tidak perlu mengabarkan injil dan tidak perlu diberitakan injil karena kalau kita diam pun, tidak berbuat apa-apa pasti akan selamat juga. Ini konsep yang salah. Ketika para murid mendengar ajaran predestinasi dari Yesus yang berkata,“Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah…” (ay.16), para murid tidak berkomentar ataupun timbul protes dimana mereka merasa tidak perlu untuk memberitakan injil lagi tapi justru para murid semakin giat memberitakan injil. Sikap dunia pada jaman ini ketika mendengar ajaran Predestinasi sangat bertolak belakang dengan para murid pada jaman itu. Itulah sebab-Nya Tuhan Yesus tidak membuka konsep ini kepada sembarang orang. Konsep ini hanya dibukakan dan diajarkan kepada murid-murid yang setia pada kebenaran, yang mengerti hubungan antara dirinya dengan Yesus, yaitu seorang hamba yang telah diangkat menjadi seorang sahabat Tuhan sehingga dapat mengerti isi hati Tuhan dan mau taat menjalankan perintah Tuhan. Kalau kita tidak menyadari konsep ini dengan tepat pasti akan timbul masalah yang sangat rumit.

2. Kalau kita percaya doktrin Predestinasi, dimana Tuhan sudah menetapkan seseorang untuk diselamatkan maka kalau kita berbuat dosa apapun hal itu tidak akan mempengaruhi keselamatan, keselamatan tidak dapat hilang. Dengan demikian doktrin predestinasi mendukung orang kristen untuk berbuat dosa lebih banyak karena dalam pemikiran mereka keselamatan tidak dapat hilang. Benarkah demikian? Ini konsep yang salah. Konsep ini timbul dari pemikiran manusia berdosa yang seringkali menafsirkan ayat dengan salah bahkan ayat tersebut seringkali dipakai untuk mendukung perbuatan-Nya yang berdosa. Para murid ketika menerima pengajaran ini tidak ada satupun yang berpikir dengan konsep humanistik tetapi mereka justru menyadari siapa diri mereka di hadapan Allah; mereka langsung mengerti apa yang menjadi isi hati Tuhan. Konteks kita sebagai hamba sekaligus sahabat Tuhan harus dipahami terlebih dahulu, menjadi pre condition karena jika tidak demikian sifat dosa akan memanipulasi konsep predestinasi tersebut dan dipakai untuk kepentingan egoisme manusia. Oleh karena itu ajaran predestinasi ini hanya diajarkan untuk murid yang sejati; dimana Yudas sudah diusir pergi.

3. Allah memilih karena manusia berdasarkan, apakah orang itu akan menerima Yesus atau tidak, dengan alasan: jikalau Allah memilih tanpa mengetahui bahwa manusia itu akan menerima Yesus maka Allah maka Allah akan salah pilih. Ajaran ini didasarkan pada Roma 8:29-30: For those whom He foreknew [of whom He was aware and loved beforehand], He also destined from the beginning [foreordaining them] to be molded into the image of His Son [and share inwardly His likeness], that He might become the firstborn among many brethren. Kita harus perhatikan ayat ini, Alkitab tidak mengatakan bahwa Allah mengetahui iman dan perbuatan baik mereka, dan yang perlu kita ingat bahwa manusia tidak pernah bisa berbuat baik dan menyelamatkan dirinya sendiri, karena manusia mati adanya.


SANGGAHAN TERHADAP AJARAN PREDESTINASI DIJAWAB OLEH CALVIN

III xxiii 1 E 947-24
Seolah-olah karena mau mengelak celaan dari Allah, banyak orang mengaku pemilihan itu sedemikian rupa hingga mereka mengingkari bahwa ada orang yang ditolak. Tetapi itu terlalu bodoh dan kekanak-kanakan: sebab pemilihan itu sendiri tidak akan ada, jika tidak ada penolakan sebagai lawannya.

E 947-33
Mereka yang dilewati Allah, ditolak-Nya; dan alasannya hanyalah karena Ia tidak mau memberi mereka warisan yang melalui predestinasi Ia peruntukkan bagi anak-anak-Nya.

E 948-6
Bagaimana selanjutnya mereka yang tidak mau menerima bahwa ada orang yang ditolak Allah itu, dapat lolos dari ucapan Kristus: “Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh BapaKu akan dicabut” (Mat. 15:13)?

E 948-14
Dan jika mereka tidak berhenti membantah, maka semoga kesederhanaan iman puas dengan anjuran Paulus bahwa “Allah menaruh kesabaran dan kelembutan yang besar terhadap benda-benda kemurkaan-Nya yang telah disiapkan untuk kebinasaan, justru untuk menyatakan kekayaan kemuliaan-Nya atas benda-benda belas kasihan-Nya yang telah dipersiapkan bagi kemuliaan” (Roma 9:22).

III xxiii 2 E 949-15
Dengan berbagai cara orang-orang yang tolol bertengkar dengan Allah, seakan-akan mereka menganggap diri-Nya berhak untuk melancarkan tuduhan-tuduhan kepada Dia. Pertama-tama mereka bertanya, dengan hak apa Allah murka terhadap makhluk-makhluk-Nya yang sebelum-Nya sama sekali tidak menantang-Nya dengan hinaan apapun. Sebab, kata mereka, menetapkan kebinasaan bagi orang-orang tertentu menurut perkenanan-Nya itu lebih sesuai dengan kesewenang-wenangan seorang diktator daripada dengan hukuman adil seorang hakim. Bahwa orang memang mempunyai alasan untuk mengeluh tentang Allah, apabila hanya karena perkenanan-Nya saja, tanpa mengingat tidak layaknya mereka, mereka ditakdirkan untuk kematian kekal. Kalau pikiran semacam ini timbul dalam hati orang-orang saleh, mereka cukup diperlengkapi untuk mematahkan serangannya melalui pertimbangan yang satu ini: mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang alasan-alasan kehendak ilahi adalah sangat jahat.

III xxiii 3 E 950-19
Apabila seseorang menyerang kita dengan kata-kata seperti: “Mengapa Allah sudah dari mulanya mentakdirkan kematian bagi beberapa orang yang tidak mungkin pantas diberi hukuman mati, karena mereka belum ada?”, maka jangan kita memberi jawaban, tetapi kita berganti mengajukan pertanyaan, apakah menurut pendapat mereka ada hutang Allah terhadap manusia, jika Ia hendak mengukurnya menurut hakekat-Nya sendiri. Kita semua, sebagai yang dinodai dosa, tidak bisa tidak harus dibenci oleh Allah. Jika semua orang yang menurut predestinasi Allah harus mati karena keadaan kodrati mereka tunduk pada hukuman kematian, maka ketidak-adilan manakah yang telah ditimpakan kepada mereka, tanya saya, yang dapat mereka adukan?

III xxiii 4
Mereka membantah pula: “Bukankah mereka ditakdirkan sebelumnya oleh ketetapan Tuhan untuk keburukan yang sekarang diajukan sebagai sebab hukuman mereka? Bukankah tidak adil Dia yang mempermainkan makhluk-makhluk-Nya sekejam itu? Bersama Paulus kami akan menjawab-Nya demikian: “Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuk-Nya: ‘mengapakah engkau membentuk aku demikian?’ Apakah tukang periuk tidak mempunyai hak atas tanah liat-Nya untuk membuat dari gumpal yang sama suatu benda untuk dipakai guna tujuan yang mulia dan suatu benda lain untuk dipakai guna tujuan yang tidak mulia?” (Roma 9:20).

E 954-4
Jika manusia dengan takdir Allah diciptakan sedemikian rupa hingga bakal dikerjakan-Nya apa yang memang dikerjakan-Nya sekarang, maka tidak boleh ia dipersalahkan karena telah melakukan sesuatu yang tak dapat dihindari-Nya dan yang ditempuh-Nya karena kehendak Allah.”
Marilah kita lihat, bagaimana keruwetan ini dapat diuraikan selayaknya. Pertama-tama hendaknya semua yakin akan kata Salomo bahwa Tuhan membuat segala sesuatu demi diri-Nya, (demikian naskah Vulgata yang dipakai oleh Calvin. Naskah yang mendasari Terjemahan Baru dalam Bahasa Indonesia berbunyi: “untuk tujuannya masing-masing) bahkan orang fasik dibuat-Nya untuk hari malapetaka (Amsal 16:4). Lihatlah, oleh karena penetapan tentang segala sesuatu berada dalam tangan Tuhan, oleh karena padanyalah terletak penetapan mengenai keselamatan dan kematian, maka dengan putusan dan kehendak-Nya ditetapkan-Nya bahwa di antara manusia ada yang dilahirkan dan ditentukan mulai dari kandungan ibu-Nya akan mengalami kematian yang pasti, supaya dengan kebinasaan mereka nama-Nya dipermuliakan.

III xxiii 9 E 957-30
Mereka yang tertolak itu menginginkan supaya dosa mereka dapat dimaafkan oleh karena mereka tidak dapat luput dari keharusan berdosa; lebih-lebih karena keharusan itu ditanggungkan kepada mereka dengan penetapan Allah. Tetapi kami mengingkari bahwa dengan demikian mereka selayak-Nya dimaafkan, oleh karena penetapan Allah yang menurut keluhan mereka menentukan bahwa mereka akan binasa, sudah tegas kewajaran-Nya, yang memang tidak ketahui, tetapi yang sudah pasti sama sekali.

III xxiii 10
Selanjutnya penentang-penentang predestinasi Allah masih menuduhkan kemustahilan ketiga pada-Nya: bahwa [menurut ajaran ini] Ia pilih kasih. Hal ini oleh Alkitab disangkal di mana-mana, dan mereka menarik kesimpulan: atau Alkitab itu bertentangan dengan diri-Nya sendiri, atau Allah dalam pemilihan-Nya melihat amal-amal.

E 958-35
Mereka bertanya, apa sebabnya dari dua orang yang tidak dibedakan oleh satu amal pun, yang satu dilewati Allah dalam pemilihan-Nya, dan yang lain diterimaNya. Saya berganti bertanya: “apakah mereka menyangka bahwa dalam diri orang yang diterima itu terdapat sesuatu yang mencenderungkan hati Allah kepadaNya?”. Jika mereka mengakui bahwa tidak ada apa-apanya–dan mereka tidak bakal dapat berbuat lain dari mengakuinya—maka kesimpulannya ialah bahwa Allah tidak memandang manusianya, tetapi dari kebaikan hatiNya mengambil alasan untuk berbuat baik kepadanya. Jadi bahwa Allah memilih yang satu dan menolak yang lain, alasannya bukanlah bahwa Ia melihat manusianya, melainkah hanya belas kasihanNya yang harus bebas memperlihatkan dan menyatakan diri, di mana saja dan kapan saja itu berkenan kepadaNya.

III xxiii 12
Untuk menumbangkan predestinasi, dengan sengit mereka mengajukan pula bahwa seandai-Nya predestinasi itu dipertahankan, semua ketekunan dan kerajinan untuk berbuat baik akan runtuh. Sebab, kata mereka, bila mendengar bahwa dengan keputusan Allah yang abadi dan tak dapat diubah itu kehidupan atau kematian telah ditetapkan untuk-Nya, siapakah yang tidak akan segera dihinggapi pikiran bahwa bagaimana perilakunya itu tidak menjadi soal.

E 960-33
Tetapi Paulus memperingatkan kita bahwa kita telah dipilih untuk maksud ini, yaitu supaya menjalankan kehidupan yang kudus dan tanpa cacat (Ef. 1:4). Jika kesucian hiduplah yang menjadi tujuan pemilihan, maka ajaran itu harus terlebih menggugah dan mendorong kita untuk menaruh perhatian pada kesucian daripada menjadi dalih untuk kelambanan. Sebab berapa besarkah perbedaan antara dua hal ini: tidak jadi melakukan amal baik, oleh karena pemilihan itu sudah cukup untuk mencapai keselamatan, dan: pemilihan itu mempunyai tujuan supaya kita berusaha keras melakukan perbuatan-perbuatan yang baik? (Calvin, Johanes).


CATATAN:

1. Bagi orang Kristen yang menolak doktrin ini berarti Dia melawan ajaran Alkitab.
2. Bagi Hamba Tuhan yang menolak doktrin ini, maka engkau tidak layak menjadi Hamba Tuhan, karena engkau menolak ajaran Alkitab yang adalah wahyu dari Tuhan.
3. Orang Kristen yang mangatakan Doktrin Predestinasi merupakan ketidakadilan Allah maka, orang tersebut bukan mengenal Allah Tritunggal, tetapi allah yang salah.
4. Bagi mereka yang masih sulit mengerti Doktrin ini, berdoalah supaya kamu dapat mengerti keindahan dari ajaran Yesus ini.


REFERENSI
Calvin Yohanes. (2000). Intitusio pengajaran agama Kristen. BPK Gunung Mulia: Jakarta.
Palmer Edwin. 2005. Lima pokok calvinisme. Momentum: Surabaya
Un, Atonius. 2008. Pemilihan tak bersyarat Allah Bapa.
Diambil pada : 16 Des 2008
Diambil dari : http://dennytan.blogspot.com/2008/01/seri-pengajaran-calvinisme-2-pemilihan.html?showComment=1211505300000#c1430688488585551416

3 komentar:

kristen mengatakan...

Omong kosong!

Menentang ajaran anda tidak berarti menentang Allah!

Injil yg anda beritakan tidak sama dengan Injil yg kami dengar selama ini, yaitu:

"Karena begitu besar KASIH Allah akan DUNIA ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, SUPAYA setiap orang YANG PERCAYA kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." Yoh 3:16

Kalau memang ajaran anda benar, jelaskan saja sebaik mungkin berikut ayat2 alkitab yg mendasarinya, tidak perlu mengandalakan komen manusia, yg bisa salah, dan mungkin juga tidak dikenal pembaca, dan orangnya juga mungkin udah mati!

Kalau anda mengatakan hanya murid2 tertentu saja yg akan bisa mengerti, maka simpan saja ajaran itu untuk diri anda sendiri!

Hati2 ya, siapa tau anda juga tidak akan masuk surga nantinya?

(Lalu, ngapain suruh orang dengerin anda?)

ecclesia reformata semper reformanda mengatakan...

""Karena begitu besar KASIH Allah akan DUNIA ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, SUPAYA setiap orang YANG PERCAYA kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." Yoh 3:16"

iya, yang percaya adalah yang memiliki iman.
Efesus 2:8
Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi PEMBERIAN ALLAH.


"Kalau anda mengatakan hanya murid2 tertentu saja yg akan bisa mengerti, maka simpan saja ajaran itu untuk diri anda sendiri!"

Matius 22:14
Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.

Gerald Sereh mengatakan...

Saya yakin kamu belum membaca tulisan saya ini dengan sebaik-baiknya, dan satu hal lagi “kamu mempelajari tulisan ini tanpa meminta pertolongan Roh Kudus.”

Kamu baca baik-baik ayat firman Tuhan ini: 1 Pet 1:2 yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera makin melimpah atas kamu.

Penjelasan: Orang yang dipilih oleh Allah Bapa adalah orang yang dikuduskan oleh Roh, dan menerima penebusan Kristus melalui percikan darah-Nya. Lalu bagaimana dengan orang yang tidak dipilih oleh Allah Bapa? Kamu pasti tahu jawabannya.

Kamu menggunakan Yoh 3:16 “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Jikalau kata dunia pada Yoh 3:16 ini menunjuk kepada setiap manusia yang pernah lahir maka, maka saya bertanya?
1.Mengapa dalam Yoh 8:42;44;47 Yesus menyatakan bahwa ada 2 keturunan yaitu yang berasal dari Allah Bapa dan yang satu berasal dari Iblis? Apakah Yesus juga menebus keturunan Iblis?
8:42 Kata Yesus kepada mereka: "Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah.
8:44 Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.
8:47 Barangsiapa berasal dari Allah, ia mendengarkan firman Allah; itulah sebabnya kamu tidak mendengarkannya, karena kamu tidak berasal dari Allah."

2. Mengapa semua orang tidak masuk sorga? Bukankah hukuman setiap manusia telah ditimpakan kepada Yesus ketika Dia mati disalib?

3. Ibrani 9:28 Menyatakan “demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia. Mengapa pada firman Tuhan ini menyatakan Yesus hanya mati untuk menanggung dosa banyak orang bukan dosa setiap orang?

4. Yoh 10 :11 Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya. Apakah setiap manusia yang lahir di bumi digambarkan sebagai domba-domba Kristus? Bukankah ada firman Tuhan yang dalam Mat 25:32 Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing.

5. Mengapa Yudas ditentukan untuk binasa? Berdasarkan Yoh 17:12 Menyatakan “Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka .... seorang pun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci.”

Tentang Percaya.
1.Apakah Alkitab menyatakan bahwa manusia mampu beriman kepada Kristus dengan usahanya sendiri? Jawabannya tidak karena Efesus pasal 2:8-9 menyatakan “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.

Satu ayat ini cukup menjelaskan mengenai iman sebagai pemberian Allah bukan karena manusia ingin percaya Kristus, karena Roma 3:11 Tidak ada seorang pun yang berakal budi, tidak ada seorang pun yang mencari Allah.

Kalau masih ada yang kurang jelas silahkan bertanya.