Jumat, 13 Februari 2009

Apa itu waktu?

Apa itu waktu?

Orang dunia seringkali membandingkan waktu dengan uang. Bagi mereka waktu adalah komditas komerisal. Waktu adalah uang. Definisi ini sungguh dangkal. Waktu bukan uang. Jika waktu adalah uang, maka kita bisa menukar waktu dengan uang.
Peribahasa China mengatakan “satu inci waktu sama nilainya dengan satu inci emas, tetapi satu ini emas tak dapat menggantikan satu inci waktu”. Jika orang barat berkata, “time is money”, maka orang Timur (China) berkata, “Time is monet, but money is not time”.
Bagaimanapun, mendefinisikan waktu dengan uang itu dangkal. Definisi tersebut jauh dari memuaskan.
Saya sendiri memberikan tiga definisi waktu. Bagi saya, definisi-definisi ini akan bermanfaat bagi Anda seumur hidup.


Waktu adalah hidup
Masa hidup Anda tidak mungkin lebih lama daripada waktu yang Anda miliki. Karena itu, memboroskan waktu berarti memboroskan hidup itu sendiri. Menghamburkan waktu berarti menghamburkan hidup.

Saya serign bertanya pada orang lain, “apakah Anda percaya pada Yesus Kristus? Apakah Anda pernah mendenganr injil Yesus Kristus? Apakah Anda mau datang ke gereja untuk beribadah dan mendengarkan Injil? Jawaban mereka kerapkali adalah “saya mau, cuma saya terlalu sibuk”. Saya tidak punya waktu!

Mereka hidup dalam jangka waktu tertentu, dan menggunakan waktu selama hidup mereka. Tetapi mereka berkata bahwa mereka tidak mempunyai waktu. Tidakkah Anda melihat kontradiksi ini?

Mengapa mereka kekurangan waktu? Mereka terlalu sibuk! Mengapa mereka tidak dapat menjadwalkan kebaktian ke dalam daftar kegiatan mereka? Kapan Anda akan mempunyai cukup waktu? Apakah Anda ingin menunggu sampai Anda menderita sakit berat dahulu baru Anda dapat menemukan waktu?

Anda telah memandang hidup Anda tidak berharga, tidak mau menggunakan sedikit saja waktu untuk berfikir tentang nilai hidup, makna, tujuan serta perihal kehidupan dan kematian. Anda tidak memikirkan hidup Anda dengan serius. Mengapa hidup dan waktu Anda diserahkan pada uang?

Inilah macam kehidupa yang orang banyak jalani hari ini. Apakah Anda salah satu dari mereka?


Waktu adalah kesempatan
Kita tidak mungkin mendapat kesempatan setiap waktu. Namun semua kesempatan akan ditemukan dalam waktu. Tak seorang tahu berapa lama waktu yang telah ia hamburkan di dunia. Berapa orang membuat rencana, mengatur beberapa pekerjaan untuk diselesaikan, dan tiba-tiba meningal dunia pada malam harinya.

Saya mempunyai seorang teman yang selalu membuka halaman obituarium (berita kematian) ketika membaca surat kabar, mencari wajah-wajah dikenalnya. Saya bertanya kepadanya, “Mungkinkah kamu membaca berita kematianmu sendiri?” Ia menjawab, “Tidak, kamu hanya bisa melihat kematian orang lain, tapi tidak pernah melihat kematianmu sendiri”.

Meskipun kita tidak dapat membaca berita kematian kita sendiri, suatu hari kematian juga akan datang pada kita. Persoalannya, bila Anda meninggal dunia siang ini, siapkah Anda?

Waktu adalah kesempatan. Orang bodoh selalu membuang kesempatan; orang biasa menunggu kesempatan; orang bijak mencari kesempatan. Hidup ini hanya sekali dan kita tidak akan kembali lagi setelah mati. Selama hari masih siang kita harus melakukan pekerjaan Tuhan; sebab akan datang malam, ketika tidak seorangpun dapat bekerja (Yohanes 9:4)


Waktu adalah catatan
Ketika saya berkhotbah, alat perekam suara menyimpan sstiap kata yang saya ucapkan. Pemikiran-pemikiran saya telah direkam dalam waktu. Saya selalu mengingatkan diri saya sendiri bahwa saya harus berhati-hati karena kesalahan pun akan direkam.

Saya berharap Anda merasakan hal yang sama, akrena surga memiliki rekaman tentang Anda. Jangna berpikir bahwa tidak ada yang tahu akan dosa-dosa Anda, dan hanya hati nurani Anda yang tahu.

Jangan lupa, waktu adalah catatan! Tuhan pencipta mencatat setiap peristiwa dalam hidupmu.

Doa Musa sungguh agung, “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana”. Ia mengaitkan waktu dengan hikmat, dan sadar bahwa ia harus mencari arahan dari Tuhan yang melampaui waktu.

Orang bijak hidup dalam waktu, dan membangun hidupnya dengan perbuatan-perbuatan baik. Tetapi orang bebal menghamburkan hidupnya dengan waktu dengan perbuatan-perbuatan jahat.

Bagaimana Anda menggunakan waktu Anda hari ini? apakah hidup Anda dipimpin dan diarahkan oleh hikmat? Dari manakah Anda memperoleh hikmat ini? apakah anda sudah mengenal Allah yang menciptakan waktu, melampaui waktu? Hanya Dia satu-satunya yang dapat memberikan hikmat sementara Anda hidup dalam waktu. Doa Musa ini berbeda sekali dari doa sehari-hari kita, yang selalu mohon untuk sebuah kehidupan yang bebas dar masalah, dan kemakmuran dalam berbisnis. Musa memohon agar hidupnya dikaitkan dengan kehendak Allah yang kekal.

Tuhan yang menciptakan kehidupan, yang memberikan kita nafas kehidupan, juga menetapkan batas-batas ruang dan masa hidup, sehingga kita akan mencari Dia.

Jangan anggap enteng kesempatan yang diberikan kepada kita! Tebuslah waktumu! Biar kita belajar menghitung hari-hari dan beroleh hati yang bijaksana.

Kiranya setiap kita memiliki kesadaran akan waktu seperti ini.


Dikhotbahkan Oleh: Pdt. Dr. Stephen Tong
STEMI (STEPHEN TONG EVANGELISTIC MINISTRIES INTERNATIONAL)

Tidak ada komentar: