Ditulis oleh : Abraham Timothy Halim
Jatuh. Bila kita mendengarkan kata itu, pasti didalam pikirian kita pasti jatuh adalah ke bawah. Sebenarnya jatuh tidak harus jatuh kebawah, tetapi juga bisa jatuh ke atas (akan dibahas di point berikutnya). Kita telah terpengaruh dengan hukum gaya gravitasi yang ditemukan oleh Isaac Newton pada abad XVII, sebenarnya hal tersebut tidak salah, tetapi bila kita memutlakkan hukum itu untuk seluruh aspek yang kita ketahui, hal tersebut baru tidak baik. Jatuh juga bisa berarti gagal melakukan segala sesuatu yang telah kita setujui dan/atau yakini untuk kita lakukan.
Semua manusia pasti pernah jatuh. Jatuh dari sepeda, jatuh dari tangga, dll. Tetapi ada 1 jatuh yang memiliki tingkat paling parah yaitu jatuh ke dalam dosa. Kita percaya sesuai dengan firman Tuhan, bahwa apabila 1 manusia telah jatuh dalam dosa, maka semua manusia juga telah berdosa. Hal ini disebabkan oleh natur dosa yang menjalar dan sifat keuniversalisan dosa.
Kita, manusia yang telah menjadi hamba dosa, telah terpisah dari Allah. Adam dan Hawa yang dulunya tinggal di taman Eden, tetapi diusir oleh Allah keluar dari taman itu.
ASAL MULA DOSA
Kebanyakan dari kita memiliki paradigma yang mengatakan bahwa dosa permulaan berasal dari Adam dan Hawa yang melanggar perintah Allah yang melarang mereka memakan pohon pengetahuan yang baik dan jahat, tetapi bila kita cermati secara teliti, asal dosa bukan berasal dari Adam dan Hawa. Ketika Adam dan Hawa dicobai, maka si pencoba itu telah lebih dulu jatuh dalam dosa sebelum ia “mengajak” Adam dan Hawa untuk ikut jatuh kedalam dosa bersamanya. Makhluk yang disebut ular-lah (pada bagian ini ular dipakai Setan) yang mencobai Adam dan Hawa. Dan ular banyak dipakai di dalam bagian Alkitab yang lain yang menunjuk pada setan. Dosa berasal dari malaikat yang memberontak pada Allah.. Itulah dosa yang pertama di dalam kekekalan, yaitu ketika penghulu malaikat berusaha untuk memberontak kepada Allah (2Pet 2:4, Yud 6).
KEJATUHAN MALAIKAT
Malaikat jatuh ke dalam dosa, lain dari cara manusia jatuh, malaikat tidak dicobai supaya mereka jatuh, tetapi mereka jatuh berdasarkan kehendaknya sendiri. Apa kehendak malaikat? Yaitu “jatuh keatas” bagaimana mungkin? Malaikat itu ingin menyamai Allah yang merupakan Pencipta dan pusat dari segala sesuatu. Mereka tidak puas dengan kondisi mereka sekarang, dengan kata lain mereka sombong, sehingga ingin mengatasi Allah. Maka ia dibuang dan diusir oleh Allah, dan ia membawa sebagian bala tentara sorga.
Kita memang tidak mengetahui kapan malaikat dimulai dicipta dan kapan mulai adanya malaikat yang memberontak pada Allah, tetapi yang pasti persitiwa ini terjadi sebelum kejatuhan manusia.
KEJATUHAN MANUSIA
Manusia berbeda dari malaikat, bila malaikat jatuh oleh dirinya sendiri tanpa kuasa atau kekuatan dari luar diri mereka, maka manusia tidak. Manusia memiliki 2 macam cobaan supaya mereka berdosa, yaitu cobaan dari dalam dan luar dirinya. Adam dan Hawa dicobai Iblis yang memakai ular itu, dan mereka dengan keinginannya sendiri mengamati dan menyetujui bahwa buah itu baik dan menarik hati (kejadian 3:6).
Dan juga, tidak pada saat Adam dan Hawa memakan buah itu ia baru berdosa, namun ia sudah berdosa begitu mulai kompromi dengan ucapan Iblis (keraguan), lalu ada rasa senang (ay 2-3), dan menghasilkan ketidakpercayaan (ay 4), dan menimbulkan kesombongan persis seperti dosa Iblis (ay 5), lalu mulai timbul keiinginan jahat untuk merasa-rasakan, dan terahkir melangkah untuk mengambil dan memakan buah terlarang itu.
Adam dan Hawa tidak mungkin dapat bertahan bila anugerah Allah dilepas dari mereka, jadi tidak mungkin Adam dan Hawa memiliki suatu kekuatan untuk bertahan ketika ia dibiarkan Allah untuk mengalami pencobaan. Adam dan Hawa sudah pasti jatuh dan kita tidak dapat untuk berandai-andai, karena semua hal sudah dalam penetapan Allah dan tidak ada satu hal pun yang dapat terjadi diluar ketetapan Allah. Tetapi, hal tersebut juga tidak bisa kita lepaskan dari tanggung jawab Adam dan Hawa. Mereka tetap memiliki tanggung jawab untuk berespon kepada yang benar, tetapi dalam pilihannya mereka memilih untuk tidak taat. Allah tidak perlu kaget dan memang tidak kaget, karena dibalik semuanya itu, di dalam kekekalan semua hal sudah direncanakan dan ditentukan oleh Allah.
Manusia yang telah jatuh, tidak dibiarkan Allah seperti sampah. Tetapi karena kasihNya, maka kita masih dipelihara oleh Dia. Kita yang diberi saving grace, diberikan juga natural grace, common grace, dan special grace juga sama seperti reprobat (natural, common, special grace reprobat berdasarkan adanya umat pilihan. Sama seperti Kristus mati hanya untuk umat pilihan dan mengasilkan efek samping bagi kaum reprobat). Jadi, baik orang pilihan maupun bukan pilihan mereka semua dalam kontrol dan pemeliharaan Allah.
Dan akibat sentral dari jatuhnya manusia ialah ia mengalami kerusakan akan gambar Allah itu (John Calvin).
Gordon Clark juga mengatakan:
Kejatuhan telah secara serius merusak gambar Allah dalam diri manusia dalam segala bagiannya. Intelek menjadi rusak dan demikian juga kehendak. Inilah doktrin kerusakan total (total depravity): tidak ada bagian atau fungsi manusia yang bebas dari pengaruh dosa.
Seperti yang sudah kita bahas diatas bahwa, manusia tidak dapat berbuat baik dan benar sesuai dengan kehendak Allah karena mereka sudah menjadi hamba dosa, tetapi mereka masih bisa berbuat baik secara relatif. bukan perbuatan baik yang rusak, tetapi dosa mempengaruhi kemampuan manusia untuk berbuat baik. Sama halnya dengan kebenaran. Dosa tidak mempengaruhi kebenaran itu, tetapi bisa menghalangi kemampuan untuk bernalar secara benar.
Dan karena kita adalah anak-anak umat pilihan Allah yang telah dipilih sebelum dunia dijadikan, maka sikap kita yang benar setelah kita diselamatkan adalah tidak menjadi hamba dosa lagi, dan menjadi garam dan terang dunia serta menjadi saksi Kristus yang terus mau mengikut Dia dan menjalankan mandatNya. Kita pun yang umat pilihan masih dapat jatuh dalam dosa, tetapi yang penting adalah bagaimana respon kita yang benar, apakah kita bersungguh-sungguh bertobat dan tidak ingin mengulanginya lagi? Petrus berdosa, Yudas juga berdosa. Petrus menyangkal mengenal Yesus 3x (mengkhianati), Yudas menjual Yesus (mengkhianati juga), tetapi apa respon mereka? Petrus segera mengangis dengan hati yang hancur dan bertobat, Yudas menyesal, tetapi tidak bertobat dan tidak kembali kepada Kristus.
Mari kita biarlah boleh merenungkan hal ini dan berjanji tidak akan hidup lagi serupa dengan dunia ini, tetapi boleh menjadi garam dan terang dunia. Amin.
refrensi:
Yesus Kristus Juruselamat Dunia – Stephen Tong
Created in God’s Image – Anthony A. Hoekema
The Word of God and the Mind of Man - Ronald Nash
Tidak ada komentar:
Posting Komentar